Penerapan Teknologi Dry House dan Roasting Berbasis ARDUINO Kopi Arabika pada UKM di Desa Gondang, Karangreja, Purbalingga

Bambang Sugiantoro, YB. Praharto, Sutarno Sutarno, Nana Supriyana

Sari


Kopi mempunyai sifat menyerap bau yang kuat, sehingga pengeringan yang dilakukan ditanah/halaman berpotensi merusak  rasa dan kualitas kopi.  Pada musim hujan pengeringan tidak dapat dilakukan optimal dan membutuhkan banyak tenaga kerja. Metode pengeringan  kopi yang tepat adalah pengeringan mengunakan ruang jemur (dry house), agar mampu mencapai target waktu pengeringan dengan kadar air sebesar (10-11%). Kopi yang telah dikeringkan akan diolah dengan mesin roaster untuk menghasilkan kopi biji masak (roastbean) dengan kondisi seragam. Sebelum dilakukan roasting kopi dipisahkan berdasarkan dimensi biji besar dan kecil. Sortasi dimensi biji kopi dilakukan karena akan mempengaruhi waktu proses. Biji kopi diukur pada kondisi kering dengan ukuran yang besar (diatas 6,5 mm), sedang (5-5,5 mm), dan kecil (3,5 mm) pada suhu awal yang sama (190 OC), membutuhkan waktu berbeda untuk mencapai kematangan kopi, selisih waktu proses 1,5-2 menit. Sortasi dilakukan agar warna roastbean seragam, kopi dengan ukuran besar mempunyai tingkat harga yang berbeda. Proses roasting kopi dilakukan dengan roaster kapaitas 10 kg dengan pemanas gas,  penentuan suhu proses sesuai dengan jenis produk dilakukan kontrol suhu, putaran dan waktu proses berbasis ARDUINO. Suhu dan waktu proses roasting menentukan tingkat kematangan dan lama proses. Parameter ini dibutuhkan untuk pengolahan rasa roastbean (light, medium dan dark). Pada pengujian yang dilakukan penentuan suhu awal roasting adalah (180,190, 200 oC). Lama proses akan diamati sesuai dengan tingkat kekeringan green bean kopi, pada crack pertama dan kedua. Tingkat kematangan kopi berpengaruh terhadap keseragaman warna kopi, kopi dengan petik yang tidak sama akan menghasilkan warna yang tidak seragam, yang muda cenderung gosong. Berdasarkan pengujian pada kopi arabika produksi lereng gunung slamet (ketinggian 900-100 mdpl), dengan bobot uji tiap 1 kg diketahui penentuan suhu awal berpengaruh terhadap crack pertama kopi baik kopi dimensi kecil dan besar, selisih crack pertama kedua jenis kopi adalah kopi kecil lebih cepat mencapai crack pertama rata-rata (5.86 menit), biji sedang  (7,16 menit), sedangkan pada biji yang besar pada (8,18 menit), dengan kontrol kadar air akhir proses 3,93-4,09 % biji kopi (roastbean).  Pada perlakuan lama proses akan menghasilkan kopi dengan jenis (light, medium dan dark). Kontrol suhu efektif menghasilkan kopi dengan tingkat kematangan seragam yang ditandai dengan warna kopi dan uji fisis (morfologi).

 

Kata kunci : Kopi Arabika, dry house, Suhu Kontrol, roasting.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


. Data Produksi Kopi, [2019], Dinas Pertanian dan Kehutanan Purbalingga.

. Juniaty Towaha, Eko Heri Purwanto, et.al, [2015], Atribut Kualitas Kopi Arabika Pada Tiga Ketinggian Tempat Di Kabupaten Garut, “Quality Attributes Of Arabica Coffee Grown At Three Different Altitudes In Garut”, J. TIDP 2(1), p 29–34.

. Badan Standardisasi Nasional. (2008). Standar nasional Indonesia biji kopi. SNI 01-2907-2008 (p.20). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

. Bukhori Thomas Edvan, Rachmad Edison, et.al, [2016], Pengaruh Jenis dan Lama Penyangraian pada Mutu Kopi Robusta Coffea robusta, Jurnal AIP Volume 4 No.1, Mei 2016:p31-40.

. Ruwanto, Mursalin, D. Fortuna, [2016], Pengaruh Tingkat kematangan Sangrai terhadap Mutu Kopi Libtukom yang Dihasilkan, “Effect Of Roasting Degree On The Produced Libtukom Coffee Quality”, Prosiding Seminar Nasional FKPT-TPI Tahun 2016.

. Surya Abdul Muttalib, Joko Nugraha, et.al, [2019], “Analisis Kadar Air dan Aroma Blending Kopi Arabika (Coffea arabica L) dan Robusta(Coffea canephora L) Selama Penyimpanan Dengan Principal Component Analisys (PCA)”, Jurnal AGROTEK Vol 6 No. 1, Februari 2019. E-ISSN 2614-6541.

. Andi Dharmawan, Firstyoryza Cahyo, et.al. [2018], “Determining Optimum Point of Robusta Coffee BeanRoasting Process for Taste Consistency”, Pelita Perkebunan, Volume 34, Number 1, April 2018.

. Wilujeng, A. [2013], “Pengaruh Lama Fermentasi Kopi Arabika Dengan Bakteri Asam Laktat Terhadap mutu Produk”, Journal of Chemistry UNESA. Vol. 2, No 3.

. Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah, Hikmahyuliani, et.al, [2018], Perubahan Karakteristik Fisik Biji Kopi Yang Ditambahkan Sorbitol Selama Penyangraian, “Changes in Physical Properties of Sorbitol Added Coffee Beans During Roasting”, Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 2 No. 2 Thn. 2018, DOI: http://doi.org/ 10.26877/jiphp.v2i2.3218.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.