Pengaruh Variasi Sudut Sudu Turbin Air Crossflow Terhadap Performansi Pada Pembanngkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pikohidro

Anis Fida Adilah, Nugrah Rekto Prabowo

Sari


Kebutuhan energi listrik terus meningkat, sementara sebagian besar sumbernya masih bergantung pada bahan bakar fosil yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu solusi adalah memanfaatkan energi terbarukan, seperti air, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) dengan menggunakan turbin crossflow dan salah satu faktor yang memengaruhi performansinya adalah sudut sudu. Penelitian ini menggunakan tiga variasi sudut sudu yaitu 27,5°, 32,5°, dan 37,5°, dengan debit air konstan sebesar 0,0131 m³/s serta lima tingkat pembebanan dari tanpa beban yaitu 0 watt hingga 305 watt. Parameter yang diamati meliputi daya turbin, daya generator, dan efisiensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut 32,5° menghasilkan performansi tertinggi dengan daya turbin maksimum 363,66 watt dan daya generator 179,15 watt saat tanpa beban, serta efisiensi tertinggi sebesar 70,71%. Sedangkan sudut 37,5° menghasilkan performansi terendah di pembebanan 305 watt, yaitu 224,48 watt dan 16,23 watt. Efisiensi terendah juga tercatat pada sudut 37,5°, yaitu sebesar 40,65%. Hal ini membuktikan bahwa sudut sudu 32,5° merupakan konfigurasi paling optimal untuk menghasilkan kinerja turbin terbaik pada sistem PLTPH.Kata kunci : Turbin crossflow, sudut sudu, performansi 

Kata Kunci


turbin crossflow; sudut sudu; performansi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.