Pengaruh Variasi Cairan Pendingin dan Kedalaman Potong terhadap Temperatur dan Kekasaran Permukaan Pada Pembubutan SS-304

Arkhan Ismaulana, Tarsono Dwi Susanto

Sari


Perkembangan teknologi industri yang semakin modern mendorong pemanfaatan mesin perkakas seperti bubut, frais, gerinda dan bor dalam proses pemesinan. Pada proses pembubutan terjadi peningkatan suhu yang mempengaruhi kekasaran permukaan benda kerja sehingga penggunaan cairan pendingin jenis minyak nabati menjadi penting untuk menstabilkan suhu pendingin yang lebih ramah lingkungan, murah, mudah diperoleh, serta terbarukan dibandingkan minyak bumi atau minyak sintetis.Selain itu, parameter pemotongan khususnya kedalaman potong juga berpengaruh signifikan terhadap kualitas permukaan di mana kedalaman potong kecil menghasilkan kekasaran permukaan lebih rendah dibandingkan kedalaman potong besar. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh variasi cairan pendingin(dromus, minyak kedelai, dan minyak kemiri) dan variasi kedalaman potong (0,5 mm, 0,7 mm, dan 0,9 mm) terhadap temperatur dan kekasaran permukaan hasil pembubutan stainless steel 304 serta perhitungan gaya potong yang dihasilkan.Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan mendapatkan kesimpulan bahwa kekasaran permukaan dengan level terendah didapatkan dari pembubutan kedalaman 0.5mm pada minyak kedelai dengan nilai 0.606 µm sedangkan kekasaran permukaan dengan level tertinggi didapatkan dari pembubutan kedalaman 0.9mm pada minyak dromus dengan nilai 0.917 µm. Selain itu, kedalaman potong berpengaruh terhadap kekasaran permukaan, Hal tersebut dibuktikan rata-rata kedalaman potong yang mendapatkan kekasaran terendah dari kedalaman 0.5mm sedangkan kekasaran tertinggi diperoleh dari kedalaman 0.9mm. Semakin besar kedalaman potong yang digunakan maka akan semakin kasar permukaan yang dihasilkan, sebaliknya semakin kecil kedalaman potong yang digunakan maka kekasaran permukaan yang dihasilkan semakin rendah/halus.Temperatur suhu dengan level terendah didapatkan dari pembubutan kedalaman 0.5mm pada pendingin dromus yang mendapatkan suhu terendah 35,2 °C sedangkan temperatur suhu dengan level tertinggi didapatkan dari pembubutan kedalaman 0.9mm pada pendingin minyak kemiri yang mendapatkan suhu tertinggi 42 °C. Selanjutnya untuk rata-rata kedalaman potong yang berpengaruh terhadap temperatur adalah kedalaman 0.5mm dengan suhu terendah dan kedalaman 0.9mm dengan suhu tertinggi. Artinya Pengaruh kedalaman potong terhadap suhu yang dihasilkan semakin besar kedalaman yang digunakan maka semakin tinggi suhu yang dihasilkan, dan semakin kecil kedalaman yang digunakan semakin rendah suhu yang dihasilkan.Kemudian dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa semakin besar kedalaman potong yang digunakan maka semakin besar gaya potong yang dihasilkan, dan semakin kecil kedalaman potong yang digunakan, semakin rendah gaya potong yang dihasilkan. Kedalaman Pemakanan 0.5 mendapatkan nilai gaya potong sebesar 20,790 N sedangkan kedalaman pemakanan 0.9 mendapatkan nilai gaya potong sebesar 37,422 N

Kata Kunci


Stainless Steel 304; Temperatur; Kekasaran Permukaan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad Siroj Shofiyullah, I. T. (2023). Analisis Pengaruh Variasi Kecepatan Spindel dan Variasi Cairan Pendingin terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Turning. Inventor Journal Of Science And Technology. e-ISSN: 2621-1211.

Aszani, A. R. (2023). Skripsi Pemanfaatan Minyak Jagung sebagai Cairan Pendingin Mesin Bubut terhadap Kekasaran dan Kekerasan Alumunium 6061. Magelang : Universitas Tidar.

Hariyanto. (2022). Analisis Pengaruh Media Pendingin (Coolant) terhadap tingkat Kekasaran Permukaan Hasil Bubut pada Bahan Alumunium (AA 6061). Jurnal Ismetek 14 No. 1.

Kelen, Yofianus Limbong and Idkhan, A. Muhammad and Anwar, & Badaruddin. (2020). Pengaruh Kecepatan Putaran terhadap Nilai Kekasaran Hasil Pembubutan Baja ST 37. S1 Thesis, Universitas Negeri Makassar.

Mulyadi, M. A. (2024). Analisis Pengaruh Kecepatan Putaran Spindle dan Jenis Pahat terhadap Kekasaran Permukaan pada Pembubutan Stainless Steel 304. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Nurhabibi, A., & Aqli, M. (2023). Pengaruh Variasi Kedalaman Pemotongan dan Kecepatan Pemotongan terhadap Kekasaran Permukaan Alumunium 7075. JTAM ROTARY, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Indonesia.

Pangestu, I. I. (2022). Skripsi Pemanfaatan Minyak Biji Jarak sebagai Cairan Pendingin Mesin Bubut terhadap Kekasaran dan Kekerasan Alumunium 6061. Magelang : Universitas Tidar, 1.

Ramadhan, F. (2023). Analisa Pengaruh Cairan Pendingin (Coolant) Minyak Kelapa terhadap Keausan Pahat dan Kekasaran Permukaan Hasil Proses Pembubutan Baja Aisi 1045. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.

Rizky, R., & Mastiadi, T. (2024). Pengaruh Media Pendingin dan Depth Of Cut terhadap Kekasaran Permukaan AL6063 pada Bubut Konvensional. JTAM ROTARY Vol 6, No 2.

Rohulloh Ahmad, S., Priyagung , H., & Unung, L. (2025). Analisis Pengaruh Gaya Potong terhadap Keausan Alat Potong pada Proses Pembubutan Material S45C. Jurnal Teknik Mesin, Universitas Islam Malang.

Rugayyah, S. (2020). Analisis Pengaruh Cairan Pendingin terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan pada Proses Pembubutan Material Baja ST 42. Diploma thesis, Universitas Negeri Makassar.

Saputra, A. (2020). Pengaruh Variasi Media Pendingin Oli, Dromus, Minyak Sayur terhadap Kekasaran Permukaan Baja SS-400 pada Proses Mesin Bubut Konvensional (Lathe Machine). Politeknik Negeri Sriwijaya.

Utomo, D. R. (2021). Skripsi Pemanfaatan Minyak Kelapa dan Minyak Canola sebagai Alternatif Cairan Pendingin Mesin Bubut terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja. Jurnal Teknosia, Magelang : Universitas Tidar.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.