Pengaruh Variasi Jumlah Sudu Terhadap Putaran Dan Daya Turbin Crossflow Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro

Hanif Fauzi, Sutarno Sutarno

Sari


Permasalahan utama dalam penyediaan energi di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan tidak dapat diperbarui. Hal ini mendorong perlunya pengembangan energi terbarukan yang lebih berkelanjutan, salah satunya adalah pemanfaatan energi air melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH), yang sangat sesuai digunakan di daerah dengan debit udara kecil dan head rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu terhadap daya dan efisiensi turbin crossflow. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga variasi jumlah sudu, yaitu 14, 16, dan 18, Pengujian dilakukan secara eksperimental pada kondisi debit air konstan yaitu pada 0,0131 m3/s menggunakan lima tingkat pembebanan mulai dari tanpa beban hingga beban 305 watt. Parameter yang diamati meliputi daya dan efisiensi turbin untuk menentukan jumlah sudu optimal dalam menghasilkan hasil yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sudu 14 memberikan kinerja paling baik dibandingkan jumlah sudu lainnya. Daya turbin dan daya generator tertinggi diperoleh pada jumlah sudu 14 dengan pengujian tanpa beban sebesar 302,11 watt dan 186,01 watt dengan putaran turbin dan generator sebesar 104,73 rpm dan 2.016,04 rpm. Sementara sudu 18 menghasilkan nilai daya turbin dan daya generator paling rendah di pembebanan 305 watt yaitu 249,06 watt dan 15,57 watt dengan putaran turbin dan generator sebesar 69,2 rpm dan 1.332,10 rpm. Efisiensi tertinggi juga diperoleh pada sudu 14 yaitu sebesar 58,91%, sedangkan efisiensi terendah terdapat pada sudu 18 yaitu sebesar 48,56%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah sudu 14 merupakan konfigurasi yang paling optimal untuk menghasilkan kinerja turbin yang baik.

Kata Kunci


Turbin Crossflow, Jumlah Sudu, Putaran, Daya dan Efisiensi Turbin

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.