Analisis Kinerja AC Trainer Kendaraan Menggunakan Refrigerant R22 Dengan R134
Sari
Seiring perkembangan teknologi, penggunaan refrigerant mengalami perubahan dari R22 yang bersifat merusak ozon menuju R134 yang lebih ramah lingkungan. Evaporator sebagai komponen utama AC sangat dipengaruhi oleh jenis refrigerant yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem pendingin udara (AC) trainer kendaraan menggunakan dua jenis refrigerant yaitu R22 dan R134, dengan nilai Coefficient of Performance (COP). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada AC trainer kendaraan berkapasitas mesin 1300 cc dengan mengukur parameter suhu evaporasi, suhu kondensasi, superheat dan subcool untuk mendapatkan nilai COP pada berbagai interval waktu pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refrigeran R22 memiliki COP lebih tinggi pada kondisi awal, dengan nilai puncak mencapai 2,75 pada menit ke-5, sedangkan R134a hanya mencapai 1,72 pada interval yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, kinerja R22 mengalami penurunan signifikan hingga stabil di bawah nilai 1, sedangkan R134a menunjukkan performa yang lebih konsisten pada kisaran 1,20–1,43. Analisis performa terbaik menunjukkan bahwa R22 unggul dalam pendinginan cepat pada interval singkat, sementara R134a lebih stabil untuk penggunaan berkelanjutan dengan kinerja mendekati R22. Dengan demikian, R134a dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti R22 karena selain lebih ramah lingkungan, juga mampu memberikan performa termodinamika yang kompetitif pada kondisi operasi jangka panjang. Kata Kunci: AC Trainer, Refrigerant R22 & R134, Coefficient of Performance (COP), Efisiensi Energi
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.